Dedy Purwanto

Why the hate?

08 Jul 2015

Jangan sampai Indonesia seperti Yunani — Sungguh jika kalian tahu kepanjangan "GAP" di jaket kalian, pasti akan kalian lepas — Ternyata "Monster Energy" adalah minuman setan — Terdengar suara terompet sangkakala di langit — And the list goes on...Belakangan ini, bukan, mungkin sejak beberapa tahun ini, setiap kali saya membuka timeline Facebook, selalu saja dipenuhi dengan hate-post. Apa mungkin saya yang salah timeline?

Hoax, tulisan kebencian, sindiran, debat, dan berbagai macam postingan yang memancing emosi, sepertinya semakin marak di timeline saya. Baik itu Twitter ataupun Facebook. Seingat saya, ini belum pernah terjadi sebelumnya, setidaknya saya masih bisa men-traceback mulai dari masa SMA, dimana setiap postingan media sosial biasanya adem ayem. Lalu apa yang terjadi hinga seperti sekarang?.

Belakangan ini yang bahkan lebih terlihat, adalah debat soal agama, atau yang menjurus kearah agama. Baik itu dari hal-hal yang kecil sampai hal yang terbaru tentang LGBT. Terkadang ketika membuka timeline FB, saya bisa sedikit terpancing untuk ikut mengomentari, terjun ke perdebatan. Untungnya belum terjerumus. Ini juga yang menyebabkan saya sudah jarang posting di media sosial, paling hanya share dan retweet sekedarnya, karena saya sudah bosan dan takut kalau-kalau nanti ikut terjerumus di ladang kebencian dan perdebatan yang terjadi sekarang.

Kalau saya perhatikan, postingan di timeline saya belakangan ini, baik itu link, status, video dan yang lainnya, selalu tidak jauh dari:

Saya ingat sekali dulu tidak ada yang seperti ini, dan teman-teman lingkaran saya pun juga dulunya termasuk orang-orang yang "santai", tapi sekarang saya tidak menemukan seorang pun yang tidak hobi berdebat, dulu saya sempat menjauhi FB karena statusnya banyak bernada galau, namun kembali karena sudah perlahan hilang. Namun sekarang saya kembali menjauhi FB dan sejenisnya karena hal-hal seperti ini justru bisa memancing emosi. Bayangkan ketika kita sudah bekerja seharian, atau ketika istirahat siang, lalu membuka FB, dan berubah jadi emosi karena ada postingan yang memancing perdebatan yang bisa saja bersinggungan dengan pemahaman pribadi kita. Dari awalnya santai, membuka FB lalu menjadi marah. So, Why the hate?





© Dedy Purwanto | Archives