Dedy Purwanto

Berpindah server

07 Apr 2015

Beberapa minggu terakhir ini saya sedang gencar-gencarnya mencari server pribadi yg baru, karna berbagai alasan saya sudah tidak berminat lagi berlangganan di shared hosting WebFaction. Kriteria saya adalah:

Saat ini saya berlangganan WebFaction seharga $9.5/bulan dengan fasilitas:

Sewaktu saya hanya sekedar membuat aplikasi Django tanpa perlu software lain seperti Memcached, Reddis, atau RabbitMQ, WebFaction serasa cukup, dan pada waktu itu saya juga belum mengetahui alternatif lainnya (selain EC2), sehingga saya bertahan disana selama hampir 2 tahun, meskipun begitu banyak sekali hal-hal yg membuat saya frustasi dalam mengelola personal project di WebFaction:

Seiring waktu saya juga menemukan beberapa opsi lain seperti:

Dari semua opsi tersebut, saya memutuskan untuk mencari VPS ketimbang PaaS karena tidak mau dibatasi oleh platform. Permasalahannya adalah semua VPS yang saya dapati selalu mencharge kelipatan $10 untuk upgrade memory, dan paket terkecil selalu terasa terlalu kecil RAM-nya (rata-rata dari 1GB).

Entah kenapa, tapi karena berbagai alasan (yang saya dapati di internet), memang beginilah keadaannya sekarang, server-grade RAM masih menjadi barang mahal, setidaknya itu menurut saya. VPS $40/bulan untuk 4GB RAM menurut saya masih terlalu mahal, terlebih lagi 4GB seperti bukan apa-apa.

Akhirnya saya berencana mensiasati permasalah RAM dengan swap partition, karna toh aplikasi yang saya jalankan tidak akan besar load nya, sekarang targetnya adalah: Cari VPS termurah dengan RAM yg masih masuk akal, dan cari yang SSD agar performa swap-nya lebih baik.

Setelah survei, DigitalOcean sepertinya yang paling cocok, plus saya pernah mencoba layanan ini sebelumnya dan memang cukup simpel, saya mengambil paket yang paling rendah, $5/bulan dengan 512MB RAM dan 20GB SSD. Kemudian saya membuat swapfile sebesar 8GB, sisanya (12GB) lebih dari cukup untuk OS, software dan file-file project saya.

Setelah menginstall semua software dan menjalankan berbagai service seperti nginx, reddis, rabbitmq, gunicorn, dan lain-lain, 512MB+8GB swap masih terasa cukup lancar, total sejauh ini yang terpakai semua adalah sekitar 600-750MB. Ada momen-momen dimana terasa lambatnya menggunakan swapfile, seperti ketika menginstall software atau memory-sensitive task lainnya, tapi selebihnya perbedaannya cukup kecil, web yang saya host di server tersebut bisa dijalankan dengan cukup lancar (dengan traffic yang kecil).

Pada akhirnya saya rasa ini adalah pilihan yang paling tepat, plus DigitalOcean memungkinkan kita untuk melakukan resize instance (menambah RAM) jika diperlukan tanpa harus men-setup semua dari awal. Dulunya saya merasa risih sekali jika harus membayar $10 atau lebih untuk sebuah server pribadi yang bisa dipakai sewaktu-waktu untuk personal projects, tapi sekarang sudah jauh lebih lega karena langganannya hanya $5/bulan dan saya bisa dapat memory yang lebih dari cukup.





© Dedy Purwanto | Archives