Dedy Purwanto

Nikmatnya Bertanya

08 Dec 2014

Malu bertanya, sesat dijalan. Di jaman yang penuh dengan informasi seperti sekarang ini, masih banyak saja yang tidak mengetahui bahwa mencari dan bertanya adalah cara yang paling efektif untuk mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya. Saya pun adalah tipe yang sebelumnya malu bertanya, sebenarnya apa yang ada dibenak kita ketika ingin bertanya?

Waktu menunjukan pukul 11 malam, sudah 2 jam saya menghabiskan masa mencari sebab kenapa salah satu kode krusial di sistem saya tidak mau bekerja. Sebenarnya masalahnya cukup umum, tapi tetap saja saya merasa sombong dan ingin memecahkannya sendirian. 1 jam kemudian, saya menyerah, saya masukan masalah saya di StackOverflow, dan 30 menit kemudian, saya mendapatkan jawabannya.

Seringkali saya lupa bahwa bertanya adalah salah satu senjata yang paling kuat dan efektif untuk memecahkan masalah, terutama di era internet dan informasi seperti sekarang. Seringkali saya menghabiskan waktu berjam-jam menyelesaikan sesuatu yang sebenarnya bisa dikeroyok oleh orang-orang yang sudah berpengalaman di bidangnya, platform komunitas seperti StackOverflow dan mailing list, sering kali saya abaikan.

Lucunya, semua masalah yang sering saya temui cenderung cukup umum dan sudah pernah dihadapi orang banyak orang, dengan menyempatkan waktu beberapa menit untuk menjelaskan permasalahan saya di platform-platform tersebut, sebenarnya bukan saja saya bisa menghemat banyak waktu yang bisa saya gunakan untuk hal produktif lainnya, tapi juga saya bisa mendapatkan jawaban dari para ahli yang sudah sangat baik dan optimum.

Menurut saya, ada beberapa alasan kenapa saya jarang bertanya. Pertama adalah bahasa inggris bukanlah bahasa asli saya. Meskipun saya cukup bisa menggunakan bahasa inggris, tapi tetap saja seringkali saya merasa sedikit malas untuk menjelaskan permasalahan saya menggunakan bahasa inggris. Kedua, saya masih belum terbiasa berkorespondensi menggunakan media elektronik, apalagi harus menjelaskan panjang lebar tentang permasalahan saya, saya seringkali merasa bahwa lebih baik saya menghabiskan 2 jam berkutat sendirian, ketimbang 5 menit mengetik permasalahan di forum online, hanya karena saya merasa lebih nyaman memandangi editor dan kompiler ketimbang StackOverflow.

Kedua alasan ini, bisa disimpulkan dengan 2 kata: Zona aman, atau comfort zone. Sepertinya permasalah saya cukup umum, banyak dari kita yang merasa tidak ingin mencoba menyelesaikan masalah dengan cara baru, seperti bertanya dengan online (dan berbahasa inggris) hanya karena cara itu diluar comfort zone kita, padahal jelas-jelas cara tersebut sangat efektif dan jika digunakan dengan maksimal, akan memberikan kita ilmu yang berlipat ganda ketimbang jika kita terperangkap dengan cara lama.

Dengan bertanya, kita menjadi terbiasa berkorespondensi secara online, kita bisa belajar etika berkomunikasi online, seperti cara bertanya yang baik, spesifik, disertai dengan contoh dan file yang relevan, kita juga terbiasa menggunakan bahasa inggris, dan mengenal orang-orang di dunia maya yang sangat ahli dibidangnya. Terkadang kita juga bahkan bisa mendapatkan ilmu-ilmu tambahan dari jawaban mereka.

Mulai sekarang saya ingin menentukan sikap, bahwa jikalau saya menghadapi sebuah masalah terutamanya teknis, yang saya rasa umum, maka saya tidak boleh menghabiskan lebih dari 15 menit untuk stuck dan berkutat sendirian, saya harus mulai aktif mencari solusinya dengan cara bertanya. Akhir kata, mari bertanya :)





© Dedy Purwanto | Archives