Dedy Purwanto

Penjelas Hebat

12 Apr 2014

Seringkali ketika mencoba menjelaskan hal-hal kompleks kepada teman atau kolega, saya mendapati diskusi kami berakhir dengan kebingungan, apa selama ini ada yang salah dengan cara saya berkomunikasi?

Saya adalah penggemar berat astronomi dan fisika. Semenjak sekolah dasar saya seringkali larut dalam mata pelajaran fisika dan astronomi, yang waktu itu disebut dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Tanpa sadar saya punya ketertarikan lebih ketika belajar tentang tata-surya, hukum fisika, gravitasi, dan hal-hal sejenisnya; semuanya terdengar seperti dongeng yang nyata.

Ketika melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi — SD dan SMA —, saya mulai mempelajari materi fisika dan astronomi yang lebih kompleks, yang seringkali tidak bisa di-representasikan dengan media visual. Terkadang saya menyerah ketika membaca artikel tertentu karena keterbatasan saya dalam mencerna hal-hal kompleks. Di saat-saat seperti itulah saya seringkali berpindah menonton para ilmuan yang bisa menjelaskan dengan bahasa yang sangat mudah serta menarik bagi orang awam, salah satu ilmuan tersebut adalah Michio Kaku.

Michio Kaku, adalah seorang ilmuan dari Jepang yang saat ini mengajar di salah satu universitas di Amerika Serikat. Beliau memulai "karir"nya sebagai ilmuan pada saat membuat particle accelerator ketika masih SMA. Saat ini, beliau adalah salah satu dari sekian ilmuan yang bekerja memecahkan satu dari sekian misteri alam semesta: string theory. Di waktu yang sama, beliau juga mengajar serta mengisi acara-acara bertema sains.

Michio Kaku adalah seorang ilmuan yang juga penggemar berat cerita fiksi-ilmiah, seperti Star Trek, Star Wars, dan sejenisnya. Seringkali ketika mengisi acara, beliau mencoba membawa tema fiksi-ilmiah digabungkan dengan cara pandang orang awam, serta dibawakan dengan bahasa yang simpel, singkat dan padat.

Ketika saya menonton video-video beliau, seringkali saya terperanjat dengan konsep yang selama ini susah dimengerti, yang beliau jelaskan dengan sangat simpel disertai contoh yang mudah dimengerti.

Seringkali saya bercermin, sebagai orang yang bekerja di bidang IT, mungkin tidak sedikit kolega dan teman saya yang ada diposisi sama seperti saya ketika membaca artikel fisika yang kompleks: bingung, susah mengerti, dan menyerah. Seringkali saya ada diposisi dimana saya harus menjelaskan hal-hal teknikal kepada orang awam dan diskusi kami berakhir pada kebingungan dan kesalah-pahaman.

Terkadang saya bertanya, apakah saya bisa seperti seorang Michio Kaku?. Tidak hanya beliau mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang sulit, namun juga bisa dibalas dengan jawaban yang sangat mudah dimengerti. Mulai saat itu, saya mencoba memperbaiki diri melalui cara saya menyampaikan apa yang ada di pikiran saya, terutama hal-hal yang sulit untuk dimengerti orang lain.

Michio Kaku tentu tidak menggunakan ilmu sihir yang menyulap pendengarnya untuk langsung mengerti. Saya menyadari pastilah ada teknik-teknik tertentu yang dipakai orang-orang seperti beliau dalam berkomunikasi yang efektif. Saya mulai memperhatikan cara beliau berkomunikasi dan sejauh ini yang dapat saya pelajari:

Jeda di setiap kalimat / jawaban

Seringkali saya menjawab setiap pertanyaan secara instan, atau berbicara dengan cepat, tanpa berfikir panjang tentang apa yang sebenarnya si lawan bicara coba sampaikan, atau apa yang saya sendiri coba sampaikan; hingga akhirnya saya memilih kata-kata yang membuat interpretasi menjadi salah.

Pengulangan kata

Terkadang saya menggunakan kata-kata yang sama berulang kali sehingga menambah "polusi" didalam setiap kalimat, dan "polusi" ini membuat inti yang ingin saya sampaikan menjadi buram.

Kata-kata yang kurang perlu

Tanpa saya sadari, saya seringkali menggunakan kata-kata tambahan yang tidak perlu dalam setiap kalimat, ini juga salah satu bentuk "polusi" yang mengaburkan maksud yang ingin saya sampaikan. Pola seperti "agar supaya" atau "tanpa saya sadari" yang sebenarnya bisa disingkat menjadi "tanpa disadari".

Tidak ada intonasi dan penekanan

Terkadang ketika berbicara dengan cepat, saya gagal menyampaikan bagian mana dari kalimat saya yang paling penting. Saya berbicara dengan nada datar dan setiap kata terdengar sama pentingnya (atau tidak penting sama sekali).

Banyak sekali hal yang saya bisa pelajari dari orang-orang seperti Michio Kaku dan yang lainnya, semoga setiap kali saya mempelajari sesuatu, saya bisa mengambil tidak hanya ilmu yang ingin saya pelajari, tapi juga hal-hal positif disekitarnya.





© Dedy Purwanto | Archives