Dedy Purwanto

Blog yang sustainable

21 Jan 2014

Saya selalu menganggap blog adalah media yang penting, tapi tidak sepenting sekarang, ketika tanpa terasa, saya sudah ngeblog hampir 10 tahun, ya, sepuluh tahun!.

Rasanya baru kemarin saya ngeblog, kemudian ketika saya mulai menggunakan static blog generator Pelican tahun lalu, lalu menyatukan semua postingan blog saya ke sini, terungkaplah bahwa postingan blog pertama saya adalah bulan Mei 2004 di Blogspot, waktu itu saya masih SMP, mulai belajar pemrograman dan membuat beberapa software game, saat itu saya juga aktif mengisi entry di Geocities, yang sekarang sudah dicampakan oleh Yahoo, kemudian saya membuat blog sendiri menggunakan PHP karena saat itu belum mengenal Wordpress, lalu dilanjutkan dengan menginstall wordpress, lalu berpindah ke Wordpress.com, selang beberapa tahun saya sempat mencoba Tumblr, LifeJournal, Typepad dan banyak lagi.

Saya banyak sekali menemukan entry-entry lama yang sangat sayang kalau harus dihilangkan, postingan, komentar, karya-karya, dan lain sebagainya. Saat ini saya sedang dalam proses memindahkan itu semua ke blog ini.

Saya baru merasakan seberapa pentingnya data-data post dan komentar tersebut setelah mencoba mencari dan menyatukan semuanya, setiap platform mempunyai standar yang berbeda, terutama untuk komentar yang sangat dinamis dan cukup sulit untuk di regenerate.

Saya juga mulai menyadari satu hal penting, blog seharusnya ada si sebuah platform yang sustainable, platform yang harusnya bisa bertahan hingga berpuluh-puluh tahun, blog sudah seperti catatan perjalanan hidup, sementara platform bisa saja hilang seiring dengan berjalannya waktu, bisa jadimatikan oleh induk perusahaan (seperti Geocities), atau tractionnya sudah memudar (seperti LifeJournal).

Setelah diteliti, rasanya sangat sulit menemukan sebuah blog platform yang sustainable, apakah Wordpress dan Blogspot akan tetap ada 20-30 tahun lagi? apa yang akan terjadi pada konteks Blog itu sendiri. Saya akhirnya memutuskan untuk tidak terpaku pada platform, melainkan pada konsep dan protokol.

Konsep blog saat ini, adalah sebuah post dengan judul, tanggal, dan isi, kemudian bisa ditambahkan dengan komentar (nama dan komentar). Untuk kedepannya, saya akan mencoba mempertahankan konsep ini, tidak ada tambahan lain, tidak ada kategori, tags, dan yang lainnya. Dengan ini mensortir tentu lebih rumit, tapi jumlah post saya sendiri juga tidak banyak, lagipula menurut pengalaman, memasukan sebuah post kedalam kategori dan tags sangat rentan terhadap inkonsistensi, sebuah post bisa terdiri dari beberapa kategori dan tags, dan beberapa post bisa punya konteks yang sama, tapi karena perbedaan waktu yang jauh, kita lupa untuk menyamakan struktur kategori dan tags nya. Saya memutuskan untuk tidak menggunakan kategori dan tags, dan orang bisa melihat daftar post dengan cara melihat arsip, atau search by keyword.

Kemudian saya harus menggunakan medium atau protokol, kali ini saya tidak ingin lagi terpaku pada wordpress, tumblr dan sebagainya, saya ingin blog saya bisa di host hampir dimanapun. Caranya? buat sesimpel mungkin, dengan konten HTML statik. Dengan ini saya bisa memasukan blog saya di hosting manapun, bisa di Github, Webfaction, Amazon S3, dan yang lainnya, ketika salah satu hostingan bangkrut, saya bisa dengan mudah memindahkan blog saya ketempat lain dengan struktur dan sistem yang benar-benar tidak berubah, tinggal disandingkan dengan sebuah domain. Untuk memudahkan pengerjaannya, saya menggunakan static blog generator pelican yang ditulis menggunakan python, Pelican memungkinkan kita untuk membuat post dalam berbagai format seperti Markdown, lalu di compile menjadi statik HTML. Saya bisa menyimpan post mentah saya dalam format Markdown, kemudian memasukannya dalam sebuah repository (yang lagi-lagi bisa disimpan dimanapun). Pelican sendiri meskipun suatu saat nanti akan mati, sebagai OSS project kita masih bisa menggunakan source codenya.

Saat ini untuk mencapai tujuan tersebut, saya menggunakan Github pages untuk host blog saya, kemudian dihubungan oleh domain kecebongsoft.com. Repositorinya sendiri saya pisahkan menjadi dua, satu untuk source dan satu lagi untuk build (yang kemudian dijadikan sebagai github pages).

Dengan cara ini, saat github sendiri nanti sudah tiada, saya bisa memindahkan blog ini kemanapun tanpa harus mengganti apa-apa. Namun tentu saja ada kekurangannya, karena blog ini murni statik HTML, tidak ada elemen dinamis yang bisa di support, contohnya komentar, kita hanya bisa menggunakan embeddable commenting platform seperti Lifefyre atau Disqus, yang suatu saat nanti juga akan padam. Jadi untuk saat ini saya masih mencari cara untuk menghandle komentar, sampai nanti mendapatkan metode yang elegan, tidak akan ada kolom komentar di blog ini.





© Dedy Purwanto | Archives