Dedy Purwanto

Cloud hosting sebagai bahan belajar

03 Feb 2011

Harusnya saya melanjutkan tulisan tentang Channel API, tapi karena malam ini udah cukup lelah, saya pengen ngebahas hal ringan aja. Tulisan kali ini lebih ke pendapat pribadi saya. Selama belajar web development, ada hal-hal yang saya anggap sangat berguna untuk mengasah kemampuan kita. Tidak hanya mengajarkan kita tentang pengembangan web, tapi juga membuatnya menjadi layanan berskala besar dan reliable, dengan kualitas yang proffesional.

bahas sekilas tentang traditional web hosting dan kekurangannya (dalam hal pembelajaran)

Yang sudah belajar web development, tentu udah sangat akrab dengan istilah "web hosting". Saya masih ingat masa-masa dulu, ketika hunting web hosting yang gratis, bebas iklan, dan punya semua feature yang saya perlukan. Kemudian me-nanam semua file website saya kesana, menyebarkan linknya ke teman-teman, forum, chat. Lalu dapat beberapa ratus/ribu hits selama satu bulan, and that's it.

Ya benar, that's it . Saya hampir tidak menemukan pengalaman baru ataupun perbedaan antara saat mengembangkan web di server lokal dengan di web hosting. Memang ada beberapa pengalaman tentang user iseng, memasukan injection, RFI, XSS, dan hal-hal nakal lainnya ke website, tapi itu termasuk case yang sangat umum, pencegahannya sudah bisa dibilang sebagai prerequisite untuk sebuah layanan web. Nothing's special. Setelah saya membuat sebuah website yang cantik dan di-host, lalu memastikan tidak ada celah hacker untuk menyerang, saya akan tidur lelap. Jarang ada web host yang "mengajari" saya tentang kualitas layanan yang saya buat. Saya sering menyebut web host ini sebagai traditional web host .

Ketika di paragraf pertama tadi saya berbicara tentang skala besar , reliable , dan proffesional . Saya sebenarnya mencari sebuah platform, dimana setelah saya me-nanam semua file web yang saya buat, saya akan mendapatkan sederet statistik mengenai proses yang dijalankan oleh aplikasi web saya. Berapa lama prosesnya dijalankan, berapa banyak resource yang dihabiskan, dan lain sebagainya. Sebuah platform yang bukan hanya menjalankan semua yang saya perintahkan, tapi juga memperlihatkan kualitas setiap perintah yang saya buat.

Dari sini saya bisa belajar sangat banyak, tentang kualitas desain yang saya terapkan. Ketika melihat sebuah proses yang memakan waktu lama, saya bisa tahu persis letaknya, lalu mengubah codenya, mencari solusi yang lebih optimized dan akhirnya belajar dari situ. Sebagai contoh, di traditional web host , saya bisa membuat sebuah looping biasa dan tidak pernah memperdulikan

bahas apa itu cloud hosting

keuntungan cloud hosting (dari segi pembelajaran), tampilin statistik, keuntungan bisa dapat teknologi baru, dll2

keuntungan umum cloud hosting (pricing, services, stat, dll)





© Dedy Purwanto | Archives