Dedy Purwanto

Keuntungan Tidak Terkenal

01 Jan 2009

Dikantor tempat teman bekerja, hirarki koneksi internet telah disusun sedemikian rupa agar melakukan bloking terhadap situs-situs tertentu seperti (mungkin) Friendster, Blogspot (yang ini pasti), serta mungkin juga layanan lainnya seperti instant messenger dan IRC. Alasannya belum pasti apa, tapi kebijaksanaan seperti ini memang sering ditemui diberbagai instansi dan perusahaan dengan tujuan agar aktivitas dan konsentrasi bisa terpusat kepada pekerjaan. Itulah mengapa layanan-layanan internet yang bersifat adiktif dan (mungkin) tidak memberi manfaat kepada perusahaan akan diblok.

Di lain sisi, teman punya blog yang berada di Blogspot dan tidak bisa diakses dengan cara "biasa" melalui kantornya, setidaknya butuh proxy site untuk membuka layanan seperti Blogspot. Mungkin karena masalah ini, tidak pernah terlihat tulisan baru di blog teman. Tapi cukup mengejutkan ketika mendengar kabar dari teman bahwa layanan Wordpress tetap bisa diakses dari kantornya, yang berarti bahwa layanan ini tidak diblokir. Setidaknya aku punya 2 teori konspirasi tentang kenapa hal ini bisa terjadi.

Pertama adalah, jika aku menjadi network administrator di perusahaan tersebut dan ditugaskan oleh atasan untuk melakukan pemblokiran terhadap layanan dan situs adiktif (friendster, dll), maka aku akan cukup bingung, situs seperti apa yang harus diblokir?. Apa semua layanan blog (blogspot, wordpress, myspace, blogdrive, dll)? Rasanya tidak mungkin, layanan internet dijaman sekarang sudah seperti jamur yang dengan mudah tumbuh dimanapun kapanpun, mustahil melakukan pengecekan rutin terhadap layanan apa saja yang baru muncul untuk kemudian diblokir. Lagipula layanan tersebut suatu saat pasti berguna bagi karyawan yang (mungkin) ingin mencari informasi. Akhirnya aku hanya akan memblokir situs blogspot dan friendster, dengan pertimbangan bahwa layanan inilah yang paling sering diakses untuk tujuan yang tidak ada hubungannya dengan perusahaan, sisanya (wordpress, dll) mungkin akan berguna.

Kemungkinan kedua adalah, aku seorang network administrator yang hanya tau friendster dan blogspot. Mungkin aku tahu layanan lainnya tapi dengan enteng aku meremehkan layanan tersebut, menganggap bahwa tidak ada yang menggunakan layanan selain friendster dan blogspot, sehingga hanya kedua layanan diatas yang ku blokir. Kenapa hanya friendster dan blogspot? ya karena dua-duanya terkenal, orang yang bahkan tidak tahu internet pun mungkin sering mendengar friendster, bahkan di sinetron Bidadari 2 dulu salah satu tokoh antagonisnya menyinggung friendster. Dan yang lebih hebat lagi, di dekat rumah neneknya si teman ada warung makan yang bernamakan "Warung Friendster". Ketenaran sebuah layanan memberiku bahan pertimbangan apakah layanan tersebut layak di blokir atau tidak.

Aku lebih memilih alasan yang kedua sebagai alasan kenapa Wordpress tidak ikutan di blokir. Siapa yang tahu Wordpress?, setidaknya dilingkunganku, sedikit sekali orang yang tidak punya Wordpress tapi tahu tentang Wordpress. Padahal layanan ini adalah kompetitor berat Blogspot, layanan Wordpress yang sangat lengkap dan storage yang besar (3GB) serta jumlah usernya yang membludak sudah cukup untuk membuktikan bahwa Wordpress benar-benar "besar". Tapi itu belum cukup untuk membuatnya Wordpress menjadi setenar Blogspot. Layanan Blogspot memang lebih dulu muncul dan sudah sangat lekat di telinga pengguna internet, bahkan yang tidak punya account di Blogspot pun tahu apa itu Blogspot.

Tidak hanya tentang Blogspot dan Wordpress. Sebenarnya friendster sendiri pun juga "menang terkenal" dibanding layanan lainnya. Coba tanya teman-teman SMA atau teman-teman kantor, "punya fs ngga?" sebagian besar bilang punya, dan yang ngga punya juga tetap tahu apa itu Friendster. Sekarang tanya lagi "Punya facebook ngga?", pasti ditanya balik "Apaan tuh facebook?". Ini layanan saingan Friendster yang usernya nggak kalah membludak dan fasilitas didalamnya tidak kalah keren dari Friendster, tapi karena mungkin "belum cukup terkenal", layanan ini juga tidak ikut diblokir. Coba saja buka situs Facebook dikantor dan lihat apakah layanan ini diblokir atau tidak :-D .





© Dedy Purwanto | Archives