Dedy Purwanto

I Am Rich = Nggak kaya, bodoh mungkin..

13 Aug 2008

Dunia semakin tua. Beberapa hari ini, sejagad maya heboh dengan aplikasi "I Am Rich" yang dijual di iPhone App Store. Yang membuat heboh adalah : pertama karena aplikasi ini nyaris tidak ada fungsi/gunanya, yang kedua adalah karena harganya USD1000!.

image

Entah memang tidak ada gunanya, atau hanya saya yang tidak tahu gunanya apa. Saat kita pertama kali membuka aplikasi "I Am Rich", yang muncul hanya sebuah gambar intan berwarna merah yang bersinar. Kemudian disudut kanan bawah ada tombol putih yang jika diklik, akan menampilkan pesan " I'm rich, I deserv it. I'm good, healthy and successful. ", developernya menyebut pesan tersebut sebagai "Mantra". That's it. Tidak ada fungsi tambahan selain itu.

Guess what? Aplikasi ini telah dibeli oleh 8 orang!, alias telah meraup keuntungan USD8000 atau sekitar 77-79 juta rupiah. Kalau mengembangkan software yang serius, profit USD8000 bisa dibilang kecil, belum lagi Apple mengambil keuntungan 30% untuk tiap copy-nya. Tapi untuk software seukuran "I Am Rich", angka segitu sudah sangat besar, sangat besar untuk software "aneh" yang sulit dicari kegunaannya. Sekarang aplikasi tersebut sudah tidak tersedia di iPhone App Store. Salah satu pembeli "I Am Rich" adalah pemuda 17 tahun, dia merekam video saat menggunakan "I Am Rich" dan menguploadnya, saat ini video tersebut jadi pembicaraan hangat . Pemuda tersebut juga meng-crack software "I Am Rich" dan menyebarkannya secara gratis di internet .

Singkatnya? Ada aplikasi "aneh" yang dijual USD1000 dan dibeli oleh 8 orang, bahkan mereka sudah tahu apa itu "I Am Rich" tapi tetap saja membelinya, sampai akhirnya seorang pemuda membeli dan mengcrack serta menyebarkan "I Am Rich" secara gratis. Mungkin "I Am Rich" memang ada gunanya, para pembeli jadi bahan pembicaraan sejagad internet, meskipun yang dibicarakan adalah yang negatif (kenapa mereka mau membeli I Am Rich).

Btw, saya tidak setuju dengan nama aplikasinya, yaitu "I Am Rich". Harganya yang cuma USD1000 terlalu murah untuk disebut kaya. Mungkin lebih baik diganti jadi "I Am Dumb". Hehehe.. j/k.





© Dedy Purwanto | Archives