Dedy Purwanto

KISS vs Generalization

03 Mar 2008

Dalam software development, sering terdengar istilah Keep It Simple Stupid. Jika bisa dilakukan dengan sederhana, maka lakukan dengan sederhana, jangan buat yang rumit-rumit, jika pensil bisa digunakan diluar angkasa, maka tidak perlu riset jutaan dollar untuk membuat alat tulis yang bisa dipakai pada kondisi apapun.

Sering juga kita mendengar istilah Generalization. Tahu gear kan? sepasang (atau lebih?) roda gigi berotasi yang memindah gaya mekanis. Gear nyaris dipakai diseluruh benda bermotor. Bayangkan jika tidak ada gear, mungkin tiap mesin mengambil/memindahkan tenaga mekanis dengan cara berbeda-beda, ada yang menggunakan cara kerja batangan baja pada roda kereta api klasik, dan cara-cara lainnya.

Beberapa orang ada yang menjunjung tinggi prinsip KISS, segala sesuatu harus disederhanakan sebisa mungkin. Tapi yang terjadi adalah, ketika memulai hal lain yang sebenarnya mirip dengan yang mereka kerjakan sebelumnya, mereka terpaksa harus memulai dari awal, prinsip dan metode yang mereka pakai pada pekerjaan sebelumnya terlalu sederhana dan spesifik, sehingga tidak bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya. Ambil saja contoh kasus pensil dan pulpen yang sebelumnya, jika kita ingin menulis di ruang angkasa dan didalam laut, mana yang akan diambil? pensil atau pulpen?.





© Dedy Purwanto | Archives