Dedy Purwanto

Tips jika berada di negri jiran

09 Oct 2007

Sebenarnya dakuw agak malas mbahas ini, karena dakuw sendiri nggak suka ngurusin cekcok selisih yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia (disini dakuw nggak mau bilang Malingsia, so kalian juga jangan manggil kita2 dengan panggilan Indon ). Ok, dari kasus klaim lagu Indonesia , pulau, tradisi & budaya, sepertinya semua kejadian-kejadian itu membuat beberapa oknum di Malaysia menjadi gerah dengan kita dan memanfaatkan situasi. Alhamdulillah dakuw disini dah kenal orang-orang yang baek2 yang selalu memberikan pengarahan ketika berada disini, jadi dakuw bisa bagi-bagi siasat di blog ini, buat mereka-mereka yang lagi/akan pergi ke Malaysia. Pertama dan yang pasti, selalu bawa dokumen lengkap ketika jalan-jalan (kemanapun), KTP dan Passport, ponsel, dan uang cadangan.

Kedua, jangan pernah merasa "terlalu aman" karena bersenjatakan dokumen lengkap. Mereka disini (yang memangsa kita) nggak ada bedanya dengan polisi lalu lintas di Indonesia yang mencari "setoran preman". Kalau mereka udah ngincar kita, biasanya mereka nggak perduli dokumen kita lengkap atau enggak, yang penting digotong dulu. Cara menyiasatinya adalah dengan bersikap sebiasa mungkin, jangan karena takut jadi celingak celinguk kiri kanan ngeliatin sekitar, itu justru mengundang kecurigaan, jangan juga berpenampilan yang terlalu nyeleneh mencolok. Bersikaplah seperti biasa.

Ketiga, kalau emang udah apes dipertemukan dengan orang yang mencari-cari masalah, biasanya mereka akan tanya, "Kamu Indon ya?". Kalau kita bilang iya, mereka akan langsung minta passport. Eits..! jangan dulu dikasih, tanya siapa mereka. Biasanya mereka akan jawab bahwa mereka polisi berpakaian preman. Jangan langsung percaya, minta kartu identitas mereka, tunjukan bahwa mereka oknum yang berwenang, baru kita buktikan bahwa kita orang Indonesia. Tapi bagaimana kalau mereka menolak dan membentak kita? "Kamu melawan police ya?!". Nggak papa, teriak aja, minta tolong, atau lakukan apa saja yang bisa memanggil orang lain, dakuw yakin dia pasti kelabakan, polisi asli nggak bakal menyembunyikan kartu identitasnya. Ingat, yang berhak meng-interogasi kita di negara orang lain itu hanya Bagian Keimigrasian dan Kepolisian aja (CMIIW), selain dari itu cuma oknum nggak bertanggung jawab yang bahkan mungkin punya maksud jahat ( merampok, memperkosa, menganiaya, dll ). Ingat, jangan dulu kita perlihatkan kartu identitas kita (apalagi passport) sebelum mereka menunjukan bahwa mereka dari polisi atau badan imigrasi. Karena dari cerita teman-teman dakuw yang udah bertahun-tahun disini, mereka (oknum yang tidak bertanggung jawab) bisa saja (bahkan sering) merobek-robek passport kita. Anehnya mereka tidak melakukan itu pada pendatang lainnya seperti India dan Cina. Lebih baik kita berteriak minta tolong atau segera mencari/menelpon polisi beneran untuk klarifikasi yang sebenarnya.

Anda mau iseng?. kebanyakan dari oknum-oknum tersebut biasanya adalah gembel-gembel pasar yang mengincar kita saat berbelanja, wajah kita terlihat seperti warga Indonesia, lalu diincarlah oleh mereka. Tapi jangan khawatir, kalau mau sedikit iseng, ajak saja mereka berbahasa asing, Inggris misalnya, atau Spanyol. Meskipun kita nggak ngerti apa artinya, tapi mereka jauh lebih nggak ngerti :mrgreen: . Karena meskipun disini (di Malaysia) dijajah inggris, tapi suer deh warga aslinya englishnya kacau balau, mereka memang menggunakan kosakata inggris tapi ketika diajak berbahasa inggris yang fasih (apalagi dari native speaker), sebagian cuma bisa bengong.

Hmm.. mungkin itu udah cukup dijadikan persiapan kalau berada di negri jiran. Dakuw akui disini nggak semua orang sensitif ama Indonesia, hanya sebagian aja kok, sayangnya yang sebagian itu lebih sering mencari kesempatan seperti menganiaya kita yang masuk dengan legal, daripada mencari kebenaran (menangkap TKI ilegal & mengembalikannya ke Indonesia).

Mudah2an ini bisa dijadikan pedoman, dan yang paling penting adalah poin ketiga, jangan langsung kasi passport karena biasanya nggak akan ada gunanya, apalagi klo mereka emang udah niat ngincar kita, malahan ntar passport kita disobek-sobek ama mereka, entah apa maksudnya. Intinya cuek aja deh, mereka tanya darimana kita, emang siapa mereka? kalau dari imigrasi atau polisi baru kita layani, selain itu no way, cuek bebek aja.

Ini diambil dari pengalaman kemarin jalan2 5 hari ke KL dan ke Semenyih, juga dari pengalaman temen-temen (dari Indonesia, Cina, Malaysia, Nigeria) yang tiap hari jalan-jalan ke kota-kota besar malaysia, fakta yang dakuw dapat adalah, oknum-oknum tersebut selalu mengincar warga Indonesia, entah kenapa yang penting kita harus bisa waspada. Buat yang jalan-jalan ama keluarga, usahakan selalu berada di dekat keramaian dan tidak terpisah satu sama lain.

Kalau ada tips-tips lainnya, monggo di share..





© Dedy Purwanto | Archives