Dedy Purwanto

Ngikutin kemauan mereka atau..?

09 Oct 2007

Ini adalah minggu ke enam dari total 8 minggu untuk semester pendek akhir tahun. Dosenku kali ini lebih cepat menyudahi materi pembahasannya dan lebih memilih untuk memberikan gambaran final examination yang akan kami hadapi nanti di minggu ke delapan. Final examination atau bahasa ndeso bakunya adalah ulangan umum, adalah event evaluasi terhadap materi yang telah diberikan selama satu semester. Ngeri juga dengan final examination, karena mitosnya yang terkenal sulit dan ketat. Tapi bukan itu yang sedang aku pikirkan waktu sang dosen berbagi cerita, ada satu hal yang dia singgung dan cukup menyita pikiranku hingga detik ini, dan akhirnya kuputuskan untuk membaginya disini. "Because you are a software engineering student, you have to study hard about software development. Just look behind and see all of your senior doing great things in their project, 2 of them were getting award of eGenting Coding Competition and also award from our university, they making an great application with Java technology".

Ini bukan kali pertama mereka (para dosen) mengelu-elukan Java dan ASP. Sudah hampir di setiap kelas mereka tidak pernah menyebut teknologi lainnya seperti PHP, C++ (kalo ini pernah terkadang). Kenapa?, Aku sampai sekarang hanya bisa menyimpulkan karena universitas memang mendapat support oleh Sun Microsystem, tapi kenapa harus menghipnotis mahasiswanya agar terjun ke dunia tersebut?. Java adalah teknologi yang oke, ASP juga, semua bahasa punya kelebihan dan kekurangan, harusnya ini yang diajarkan kepada para mahasiswa, bukannya menyetir mereka untuk terjun ke bahasa-bahasa tertentu, atau ini lebih mirip dengan dikadalin? Hmm.. itu sekedar intermezo dari permasalahan inti, karena yang aku pikirkan adalah, judul tugas akhir apa ya yang akan aku buat nanti?. Haruskah selalu berkaitan dengan Java?. Terus terang sekarang aku lebih fokus ke Graphic Programming dengan C++ dan graphics library semacam Open GL dan Microsoft DirectX, khususnya untuk keperluan pembuatan game. Jika nanti aku mengusulkan judul tugas akhir bertemakan game, kira-kira apa tanggapan mereka? pesimis kah? kalaupun diterima, apakah ada perbedaan nilai antara membuat game dengan Java versus bahasa pemrograman lain?.

Oke, mari berpikir positif aja, anggap mereka menyetujui judul tugas akhir ku, lantas masalah selanjutnya adalah, darimana mereka menilai hasil akhir dari sebuah game?. Mungkin kalau aplikasi akan lebih mudah menilainya, bisa dari segi teknologi yang digunakan, tingkat kesulitan, dan fungsi aplikasi tersebut untuk khalayak ramai.

Tapi kalau game memangnya apa yang bisa dinilai?. Teknologi yang digunakan? ah biasa mah kalau pakai DirectX atau OpenGL, rata-rata game juga gitu. Tingkat kesulitan?, sayang sekali disini sepertinya dosennya terlalu banyak bikin aplikasi non game, tidak terlalu paham seberapa sulitnya perkalian matriks 3 dimensi, deteksi tubrukan, event handler, ray tracing, kalkulasi cahaya, dll, bahkan kalaupun dimasukan fungsi multiplayer jangan-jangan dikira biasa juga. Fungsi game untuk khalayak ramai? hmm.. melatih ketangkasan (sudah umum), edukasi (umum juga), menghibur (apalagi ini). Atau dari sisi grafis?, wah kalau yang ini udah lepas dari bagian software engineering, lagipula anak kecilpun jarang yang kagum dengan sistem partikel yang ada di setiap tubrukan mobil di NFSU, mereka menganggap "memang seharusnya begitu".

Ya, memang jauh lebih mudah menilai sebuah aplikasi (non game) daripada menilai game. Kenapa?, karena aplikasi sudah dikelompokan untuk tujuan-tujuan tertentu, contoh adalah word processor, kita bisa membandingkan Microsoft Word, Abi Word, Open Office, dan sederet software lainnya, cukup mudah juga membandingkannya, bisa dilihat dari segi fitur, kemudahan pemakaian, kompatibilitas sistem, kelengkapan dokumen manual, tampilan, dll. Atau bisa juga dinilai dari apakah aplikasi tersebut mengusung teknologi baru. Contoh adalah Microsoft Word yang mendukung voice command dan voice dictation (meskipun ini udah lama), atau beberapa word processor lainnya yang dapat berjalan di browser. Relatif mudah menilai bagus tidaknya sebuah aplikasi, karena kebanyakan dari kita lebih sering menggunakan aplikasi dari pada memainkan sebuah game.

Bagaimana menilai sebuah game?, kita ambil satu contoh, NFSU dengan TrackMania, kedua-duanya adalah game bergenre balapan, kedua-duanya mengusung modifikasi mobil. Tapi mana yang terbaik?. Susah juga membandingkannya, dari segi grafis, NFSU lebih unggul (meskipun TrackMania juga nggak bisa diremehkan), dari segi gameplay cukup sulit membandingkan, NFSU lebih kepada balapan liar ditengah kota, TrackMania lebih kepada balapan berkecepatan tinggi (yang udah pernah main pasti pernah liat speed meternya lebih dari 600). Atau aku salah membandingkan?. Ya, mungkin aku salah membandingkan, dan itulah yang aku takutkan kalau mengambil tugas akhir bertemakan game. Anggap saja aku membuat game bergenre SHMUP (Shoot'em Up) semacam Raiden atau Giga Wings, jangan-jangan mereka nanti membandingkannya dengan Microsoft Flight Simulator, atau lebih buruk lagi, membandingkannya dengan Half Life II atau Doom? "Belajar semua aja kalo gitu!" . Hehehe.. aku lebih suka menyelam di sumur yang dalam daripada harus menjelajahi danau, entahlah judul tugas akhir apa yang harus kuambil nanti, apapun itu, mudah-mudahan bisa memuaskan. Lagi pula masih lama kok, kan ini baru first semester, just curious what will happened :mrgreen:. Lagi pula mungkin aku masih terlalu dini untuk memikirkan hal tersebut, terlalu dini untuk memuat berbagai macam statement, belum terlalu banyak makan asam garam :mrgreen:





© Dedy Purwanto | Archives